Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Sedikit Renungan Untuk Kita-Kita Yang Masih Muda...

0 komentar
Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya
 
Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.
  
Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
 
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
 
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami. semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya

Sabtu, 25 Desember 2010

MUHASABAH CINTA

0 komentar


Wahai…… pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Ku pasrahkan semua
padaMu

Tuhan…. Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku
Bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap
Indah
Mengalir berdzikir di
Kidung doaku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air
Mataku
Teringat semua yang Kau
Beri untukku
Ampuni khilaf dan salah
Selama ini
Ya illahi ……
Muhasabah cintaku……….

Tuhan…. kuatkan aku
Lindungi ku dari putus asa
Jika kuharus mati
Pertemukan aku denganMu

Telah beberapa hari ini aku dengarkan lagu ini, tenang dan nyaman rasanya. Ini memang bukan lagu popular dari band-band ternama seperti peterpan, Sheila on7, dewa, ungu dan lain sebagainya. Tapi saat lantunan musik itu mengalir di setiap syaraf pendengaran ku, aku tersadar akan sesuatu hal. Hal yang mungkin hampir mustahil ditemukan lagi disebagian diri kita.

Cinta, banyak orang membicarakannya, banyak orang bercerita tentangnya, banyak orang mengekspresikannya, dan banyak pula yang mengabadikannya. Jika kita bicara cinta, maka hal pertama yang kita temukan adalah dua insan sedang duduk berduaan, di pinggir taman, tanpa jarak dan batas. Mereka tertawa, bercanda, berbincang-bincang tentang diri mereka… dan sstttt..!!!!!! dan lain-lain.
Dunia memang begitu indah bukan, apalagi saat-saat seperti itu, seakan dunia ini milik kita sendiri.tapi sadarkah  seperti tadi yang dikatakan “hampir mustahil ditemukan di sebagian diri kita saat ini”. Apa itu??? Cinta sejati…

Jumat, 24 Desember 2010

Sesekali Menjadi Seorang Kanak-kanak

0 komentar
“Aku selamanya ingin menjadi bocah besar yang polos”, Sayyid Qutb

Lucu bukan saat kita menjadi kanak-kanak lagi, saat hanya ada keceriaan, kegembiraan, canda dan tawa tanpa air mata yang menyakitkan, tanpa masalah yang terus datang, tanpa beban yang memberatkan. Kita mungkin hanya berpikir sederhana ketika itu, “bagaimana hari ini bisa berjalan asyik dan menyenangkan”. Benar-benar ringan bukan saat kita jadi kanak-kanak.

Kanak-kanak merupakan fase kehidupan kita, dimana semua berawal dari sini, dari tubuh mungil, dari tingkah yang lucu, dari raut wajah yang polos, dari cara berpikir sederhana. Ceria, gembira, tidak ada duka dan kesedihan.

Dimasa itu kita belajar, tentang kehidupan yang menyenangkan, tentang kasih sayang orang tua yang begitu besar, tentang melakukan segala hal tanpa prasangka dan kepentingan apa-apa. Meski kadang sesekali tangis mewarnai itu semua, kemarahan atas kemauan yang sekejap, namun setelah itu kembali senyum dan tertawa seperti semula. Itulah mungkin masa kita dulu tanpa banyak Tanya namun banyak beraksi.

Selasa, 21 Desember 2010

Tukang Kayu dan Rumahnya

0 komentar
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut
pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari
tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik
perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh
tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus
mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Cinta Itu Seperti Menunggu Bis

1 komentar
Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Minggu, 19 Desember 2010

Tiga Hari Dalam Hidup Kita

0 komentar

Sebenarnya, kita hanya punya 3 hari saja 

Ke-1 hari kemarin. 
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. 
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. 
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja... Biar ia tak lagi mengekang diri Anda dengan kesenangan-kesenangan di hari kemarin atau kesedihan-kesedihan yang telah terlewat.
merdekakan diri Anda atas hari kemarin.